Langsung ke konten utama

Postingan

Short Story 'Aksara Luka'

Postingan terbaru

Arselova (part 1) Bendahara Kena Azab

Monday, its mean Monster day. Iya. Kesan itu kayaknya udah terpatri di otak para pelajar milenial sekarang. Termasuk gue. Hari dimana lo harus bangun pagi, biar nggak terlambat upacara. Padahal lo lagi mimpi ketemu sama Chanyeol. Mata melek tapi pengen merem lagi. Itu hal lumrah kawan, gue sering ngalamin kayak gitu. Setiap ada upacara, entah kenapa gue pengen pura-pura pingsan terus dibawa ke UKS pake tandu, nglanjutin bobo sambil kipas-kipas manja karena UKS sekolah yang nggak ada AC-nya. Eh tapi gue nggak pernah nyoba, takutnya sakit beneran kan repot kudu minum obat. Iya kalau gue bisa nelen obatnya, lah ini? Digerus dulu, dan paitnya naudzubillah. Lagi asik nyender di bangku, tiba-tiba ada yang nyolek. Bukan hantu ya. Yakali hantu nyolek hantu. Nggak deng, canda. Gue noleh ke samping, dan ternyata si Raisa yang nyolek bahu gue. "Ada apa Ra?" Tanya gue sok ramah. Padahal mah udah emosi gara-gara digangguin acara nyender gue. Dia senyum, nyodorin uang dua ribu...

Close To Me Part 1

                            Happy Reading!!!  Percuma usaha move on berulang kali kalau takdir mempertemukan kita lagi...       ~Ilana Saskita Sunyi. Ilana menatap hampa ruangan berdiameter enam meter yang kini ia tempati. Dinding berlapis pink (warna favoritnya) tak serta merta membuatnya nyaman. Justru ia merasa asing dengan hal disekitarnya saat ini. Matanya melirik seorang cowok yang terbaring tengkurap di sebelahnya. Tak berniat membangunkan meskipun dirinya ingin. Satu-satunya hal yang ia lakukan hanya menatap benda persegi enam inci digenggamanya. Berharap ada hiburan untuk manghapus rasa bosan dibenaknya. Namun nihil. Kuota internetnya habis. Wifi dirumah ini pun disandi. Dan malangnya ia tidak tahu sandinya apa. Ilana ingin keluar tentu saja. Tapi tak bisa karna pintu kamar yang terkunci rapat. Posisi kamar yang berada dilantai dua membuat gerakannya tak bisa luas. Bukannya...

Sachi's 30 Days (Gangguanmantan) bag.3

Pergi saja engkau pergi dariku Biar kubunuh perasaan untukmu Meski berat melangkah Hatiku hanya tak siap terluka Beri kisah kita sedikit waktu  Semesta mengirim dirimu untukku Kita adalah rasa Yang tepat Di waktu yang salah Fiersa Besari ~ Waktu Yang Salah Bagian 3~ dia kenapa?  Bukan tentang rasa yang tepat di waktu yang salah. Ini tentang rasa yang dipaksa bertahan meski tahu takkan terbalaskan...  Dariku, untukmu yang merasa๐Ÿ˜Š --------------------------------------------------------- -------- Suasana kamar Mila terbilang cukup ramai oleh suara musik yang gadis itu putar dari speaker miliknya. Tania, tetangga sebelah rumahnya pun sudah pulang setelah meminjam buku resep masakan milik sang Mama. Sedangkan sekarang, ia duduk ditepi ranjang karena sisi tengah sudah di tempati Sachi yang asik tiduran disana. "Bangun dong Chi, katanya tadi mau curhat. Gue udah siap lo nya malah tiduran. Sebenarnya yang butuh gue atau lo sih. Eh woy kebo, bangun. Gue ambi...

Sachi's 30 Days (amnesia) bag.2

Pengen teriak 'Bogo Sipeo' tapi gue keburu sadar, yang gue kangenin tuh siapa? ~ Ainy Koridor masih sepi saat Sachi sampai di sekolahnya. Ia menilik jam yang melingkar ditangan kirinya. Pukul enam lebih dua menit. Masih terlalu pagi untuk seorang Sachi yang biasanya masuk lima menit sebelum bel berbunyi. Ia melangkah pelan menyusuri koridor kelas sebelas ini. Kedua bola matanya tak berhenti menengok ke belakang, takut-takut ada orang yang menguntitnya. Meskipun itu hanya ada di khayalannya saja. Sampai di kelas, ia tersenyum lega. Ia jadi yang pertama masuk untuk hari ini. Masih sepi, hingga Sachi bisa mendengar jelas kicauan burung dari halaman belakang. Ia mendudukkan bokongnya di bangku tepat saat Mila masuk sambil menerima telepon dari seseorang. Setidaknya ia sedikit bersyukur, karena mungkin saja sahabatnya itu lupa dengan yang terjadi kemarin. "Iya La, parah banget kan tuh orang. Masa dia pura-pura nggak kenal gitu sama mantannya. Emang dia pikir ini s...

Cerpen Sachi's 30 Days! (MatiMuda) Bag 1

To : Salyan Nacita Wirya 'Kamu nggak bakal tahu, kalau kamu nggak mencobanya sendiri. Mendekat mungkin keputusan yang tepat' "Nyoba apa sih, coklat?, ayam geprek?, apa jeruk nipis?" Kening Mila berkerut setelah membaca sebuah pesan Line dari ponsel Sachi. Sachi merebut ponsel miliknya dengan kesal. "Gue nyuruh lo kesini buat bantuin, bukan malah ngedikte daftar makanan di perut lo!" sungutnya. Mila mencebik, memerhatikan Sachi yang membaca pesan itu berulang-ulang berusaha menemukan maksud dari pesan misterius yang selalu memberinya misi itu. Semua bermula ketika Sachi yang tak sengaja menemukan bingkisan plastik aneh yang entah bagaimana caranya bisa berada di lantai kamarnya. Plastik itu berisi kertas warna warni beserta krayon dan juga dua buah pensil. Awalnya ia mengira, jika itu keisengan sepupunya yang kebetulan menginap kala itu. Ternyata bukan, setelah ia menemukan satu kertas yang ternyata bertuliskan sebuah kalimat yang berisikan sebuah ...

Gue Cinta Lo Bukan Dia Part 3.

"gue jadi playboy kan gara-gara lo ag"ucap cakka. "loh kok jadi gue sih,yang playboy kan lo kenapa nyalahin gue" ucap agni sewot. "ya,coba aja lo terima cinta gue,pasti gue nggak akan jadi playboy gini". Ucap cakka,sedangkan agni hanya diam. .***. SIVIYEL "woy pipi bakpou,lo nggak berperasaan banget sih," ujar iel kepada via sebenarnya dia hanya mencari perhatiannya via sih haha(jangan bilang via ya). "maksud lo apaan sih??"via tidak terima dengan ucapan iel terhadap dirinya. "ya sahabat lo kan pada berantem,lah lo malah asik asikan main iPhone lo itu". "lha terus lo ngapain bilang ke gue,emangnya si rio sama cakka bukan sahabat lo ya". "ya sahabat gue lah,mereka tuh BFF sejati gue ya walaupun rada-rada". "terus lo koq nggak bantuin mereka?berarti kita samakan?yaudah!itu kan urusan mereka ngapain gue urusin,udahlah jadi gila gue ngomong sama lo" ucap via lalu menghampiri ify dan agni,sedangkan ie...